Posted in autoimun, Rheumatoid Arthritis, Run

I know I can do it!!!

Whoaaa.. It has been a long time since the last post I made….

Anyway at last… finaly!!!! I did the 10K run in Jakarta Marathon 2016… yeeeeaaayyy!!!!

Berbekal latihan intensif selama 2 bulan di tempat fitness dan track lari GOR Soemantri, diselingi dengan yoga sebagai bagian dari cross training, akhirnya saya berhasil finish lari marathon 10K pada 23 Oktober 2016.

Hasilnya menggembirakan sekali untuk saya, karena target saya setidaknya 90 menit sampai finish, tapi hasilnya really unexpected!!! I did it in less than 90 minutes!!

img_20161024_143801

Tapi selalu ada cerita di balik semua hasil. Mulai dari pagi berangkat dengan Go-Jek pakai acara handphone si bapak error, sampai di lokasi start sudah mepet, kurang pemanasan, hingga lari sambil hujan-hujanan di tengah jalan saat baru sampai di KM 2,5. Tapi hujan sepertinya tidak membuat para peserta menyerah. Saya jadi ikutan semangat melihat peserta lain yang tetap semangat sampai finish. Even someone with Rheumatoid Arthritis like can do the 10K without any problem. I’m proud of my self that day!

 

img20161023075318

Belum lagi teman-teman saya yang mau ikut lari bareng sampai finish, ternyata semuanya telat karena hujan dan akhirnya kita muter-muter Monas hanya untuk janjian ketemu karena hari itu tidak semua pintu dibuka. Thank you yah guys…

img20161023082437
Me, Yunika, Santi >> yang mereka akhirnya ga jadi lari karena saya sudah finish duluan

Now that I did my biggest target of the year, and after this I’m looking forward for another story of my big target next year…. Korean trip on April with one of my bestie who is currently struggling with her Thesis in Netherlands. Wohooooo…..

Posted in autoimun, Rheumatoid Arthritis, Run

Dare to run again??

Being diagnosed with Rheumatoid Arthritis last year is the worst thing I’ve ever heard. The fact is that I can’t do any physical work too much for months, just laying down on bed, being fatigue and flare on my joints.

But with determination and keep in my mind that I am strong, finally I can comeback to my normal life and start again what I like ><. And now, what a miracle, I can do anything without being in pain. That’s why I decided to run again!!

My target this year is 10K Jakarta marathon on 23rd October 2016. What a luck, I registered in promo price IDR 180K when normal price is IDR 600K πŸ˜€

That is not an easy target because if I begin to stop my medication (which are methotrexate and sulfasalazine) then I feel again any little pain on my joints, I have to stop any hard exercise and start another medication. But I have no worry for that. I’ve designed my training plan clearly until I reach my 10K target under supervision of my doctor.

First step, I started to do yoga to strengthen my muscle and joints. Then I’ll try to run in small distance. Step by step until I reach 10 K in about 8 months. Do you think that is impossible?? Dare to run again??

oprah-winfrey

Posted in autoimun, Rheumatoid Arthritis

Treat the Flare and Stiffness Friendly

How does it feel to have RA in a young and very productive age? The answer is really heartbreaking at the beginning. I never imagined that I have to face this autoimune disease before I get married. Suddenly I can’t do many simple daily things on my own easily and I can’t do my hobbies. I have to make appointment with my rheumatology doctor at least once a week, and of course, I can’t get away from medication. This fact made me really in stress and this stress can cause my ‘flare’ get worse.The word ‘flare’ here refers to joints pain. It can be fingers, wrist, ankle, knee, elbow and so on. Besides the joints pain that I feel everyday, sometimes in unpredictable time, I will have fatigue, fever, or skin rash without knowing what really is the cause.

credit (http://www.fightlikeagirlclub.com/)

Continue reading “Treat the Flare and Stiffness Friendly”

Posted in autoimun, hospital, Rheumatoid Arthritis

RS, 40⁰C, dan RA

Akhirnya…. opname juga saya di RS untuk pertama kalinya. Tepatnya tanggal 18 Juni 2015 atau hari pertama puasa saya dilarikan ke UGD Santosa Hospital Bandung di Kebon Jati karena menggigil kedinginan saat berada di kantor (sampai berjalan pun saya sulit). Baiknya HR dan manager serta teman perempuan satu-satunya (Sekar) di kantor mengantarkan saya sampai rumah sakit. Sampai RS dicek suhu 40⁰C, Continue reading “RS, 40⁰C, dan RA”

Posted in autoimun, Rheumatoid Arthritis

Unordinary in my ordinary life

What is the unordinary? hmmm… banyak hal terjadi tahun ini dan saya anggap hal-hal tersebut di luar kebiasan aktifitas saya sehari-hari. Biasanya Senin sampai Jumat masuk kantor kadang pulang malam, bahkan menginap (tambah sedikit ‘travelling’ ke beberapa daerah di Indonesia yang kadang membuat saya stress hihi ). Sabtu-Minggu atau hari libur jogging, ikut maraton, kadang kondangan, atau main sama temen (sebut saja sohib saya Santi yang selalu setia menemani saya di waktu kapan pun). Dengan penghasilan yang saya anggap cukup untuk hidup di Jakarta yang sangat tidak sehat, saya berusaha terus menerapkan pola hidup dan pola makan yang cukup seimbang sehingga saya jarang sekali sakit.

Unordinary things dalam hidup saya dimulai dari akhir tahun kemarin saya putuskan untuk resign dari pekerjaan sebelumnya dengan cukup banyak pertimbangan dan juga karena saya diterima di sebuah perusahaan multinasional yang akan membuka cabang baru di kota Bandung. Sebuah kesempatan yang tidak akan saya lewatkan hidup di luar kota Jakarta walaupun saya harus jauh dari teman-teman saya yang luar biasa di sana.

Tidak tanggung-tanggung di perusahaan baru tersebut saya berkesempatan untuk menjelajahi sebagian kecil Eropa. Saya dan 17 karyawan baru yang terpilih diberi kesempatan training 2 bulan di kota kecil bernama Sant Feliu de Guixols, 2 jam dari Barcelona, Spain. Tiap weekend pun saya dan teman-teman selalu membuat planning pergi ke kota-kota di sekitar seperti Girona dan Barcelona, bahkan sempat ke Valencia merasakan kereta super cepat dan ke Paris dengan tiket promo. Keluhan kadang saya rasakan di kaki setiap pulang dari travelling. Kaki kanan saya sangat sakit untuk digerakkan dan perlu semalaman untuk membuat kaki sama pulih kembali. Kebiasaan jalan kaki ke kantor pun saya urungkan di minggu-minggu akhir saya di Spain karena saya pikir kaki saya butuh istirahat setelah melakukan berbagai perjalanan yang cukup melelahkan.

Continue reading “Unordinary in my ordinary life”