Posted in Asia, photo, Travelling, trip

South Korea Track 3 : It’s Sunday, Let’s go to Jeonju!!!!

Wohooo…. dikarenakan tidak menyempatkan mengunjungi Hanook village dekat Gyeongbokgung Palace, saya dan Dio membuat rencana mengunjungi Hanook Village di Jeonju yang berada sekitar 3 jam naik bus dari Seoul…. Yeap… Perjalanan luar kota Seoul ini kami tempuh PP dalam sehari. Tired?? No… Not as much as the 2nd day ><

Mendengar kami akan mengunjungi Jeonju hari itu, Summer (si empunya apartemen kami menginap) kaget tidak percaya. Yah, memang kami berencana sehari keluar kota Seoul karena dengan waktu yang terbatas tidak mungkin kami ke Jeju Island hehe… Summer pun hanya mengucapkan ‘have fun… and if anything happen, just call me’. How lovely… What a very nice person she is.

Sempat kebingungan mencari Central City Terminal (intercity bus terminal) yang masih nyambung dengan subway/Seoul metro, akhirnya kami mendapatkan tiket yang tidak disangka jauh lebih mahal dari hasil kita ‘googling’ sebelumnya. Setelah ditelusuri ternyata kami menaiki bus dengan kelas paling ‘mewah’ seat 2-1 seharga KRW 18700… Wahaha… Sepertinya kalau kalian pesan tiket bus dan si mbak petugasnya menyarankan sesuatu jangan langsung bilang ‘iya’, karena yang ditawarkan pasti harga paling mahal. Perhatikan baik-baik tulisan jenis bus dan harganya (yang semua tulisan dalam hangul tanpa ada terjemahan English, dan kami hanya mengira-ngira artinya saja wkwkwkw) kalau tidak mau budget tiba-tiba keluar dari sasaran…

Oh iyah, terminal bus di sana bagus banget. Bersih, rapi, dan semua serba terintegrasi. Pokoknya enak banget lah tinggal di Seoul ini. Akses kemana-mana serba gampang. Yah, beda dengan Indonesia (sebut saja kota Jakarta) yang memang masih sangat berkembang yak… sayangnya karena mengejar jam bus, kami tidak sempat mengambil gambar di sana. I was just enjoying the next 3 hours ride with sleep… haha…

IMG20170423101107
Penampakan tiket versi ‘mahal’… ><

Continue reading “South Korea Track 3 : It’s Sunday, Let’s go to Jeonju!!!!”

Posted in Asia, photo, Travelling, trip

South Korea Track 2 : Nami Island & Hongdae

Another zombie-like woke up face. Sisa-sisa kelelahan luar biasa mendaki bukit Namsan sambil bawa-bawa titipan skincare hari sebelumnya benar-benar membuat saya agak susah untuk bangun dari kasur. Rasanya anggota badan ‘rontok’ satu per satu ><. Akibatnya itinerary molor cukup jauh karena seharusnya kami sudah pergi lagi jam 08.00 pagi tetapi jam segitu saya dan teman saya baru benar-benar beranjak dari kasur… huaaaa…. Sudah dipastikan tidak semua tujuan akan tercapai.

 

Namiseom Island (남이섬 종합휴양지)

Benar saja, jam sembilan lebih (banyak) kami baru benar-benar keluar dari apartemen. Tidak disangka ternyata untuk pergi ke Gapyeong, tempat Nami Island dan kawan-kawan berada tidak sedekat yang dibayangkan. I feel like it took forever for us to go there. Sekitar 2 jam kami habiskan di Metro, itu sudah termasuk transit-transit plus sempat ragu naik kereta yang mana karena lagi-lagi line metro di Seoul itu kadang bercabang-cabang ><. Belum lagi hampir selama perjalanan kami habiskan dengan berdiri sebelum akhirnya dapat tempat duduk di beberapa stasiun sebelum tujuan akhir yaitu Gapyeong Station berkat beberapa nenek-nenek yang dengan ramahnya mengajak ngobrol kita dengan bahasa yang kita paham seadanya karena mereka 100% non English speaker 🙂

Jadi kebetulan saya dan Dio menjadwalkan ke Nami Island dan sekitarnya pada hari Sabtu. Saya kira tuh hari Sabtu ga akan seramai hari biasa karena kantor pasti libur. Tidak disangka (lagi-lagi tidak disangka) ternyata metro cukup ramai hari itu. Bedanya, metro didominasi oleh para manula yang sepertinya mau hiking dilihat dari pakaian yang dikenakan dan alat-alat pendukung yang mereka bawa. Apalagi metro yang kami naiki ke arah Chuncheon. Mau tidak mau sebagai anak muda, kami harus memberi tempat kepada para manula ini. Keren lah orang-orang tua di Korea ini kalo weekend hobinya hiking. Naik kereta rame-rame sama temen-temen seangkatan mereka trus bikin gerbong hebring bgt sama celotehan-celotehan gaya ahjumma/ahjussi mereka (^_^’).

Di tengah perjalanan tiba-tiba ada dua nenek-nenek berpakaian sport outdoor keceh yang duduk di depan kami menanyakan sesuatu. “Chuncheon ka??”, dengar saya ragu-ragu saat itu. Untung saya mengerti maksudnya. Nenek tersebut menanyakan apakah kami mau pergi ke Chuncheon, dan saya jawab campur-campur English yang harusnya mereka ngerti, “No… no… Gapyeong”. Lalu kami ditanya lagi tapi saya tidak mengerti maksudnya. Nenek tersebut menanyakan yang lain, “Haksaeng?” atau “pelajar?” yang kebetulan saya paham, dan saya jawab “No, travel”. Entah si nenek mengerti atau tidak, tapi beliau cuma senyum dan manggut-manggut dan mengatakan sesuatu ke temannya yang saya dan Dio tidak begitu paham. Yah, at least kami bisa membaca hangul dan sedikit-sedikit mengerti bahasa Korea berkat kegemaran kami menonton drama dan mendengarkan lagu-lagu Kpop wkwkwkwk. Dua nenek tersebut lah yang memberikan tempat duduknya kepada kami. Fiyuuhhh…. akhirnya istirahat juga ini kaki…

Sampai Gapyeong, yang kami lakukan adalah mencari halte Gapyeong city tour bus dan tempat makan. Ternyata halte ada persis di depan stasiun. Hanya saja agak lama kami menunggu. Tidak perlu takut ketinggalan bus karena jadwalnya ada sepanjang hari sampai sore. Cuma memang jarak antar bis cukup lama sih. Jangan meniru kami yang kesiangan sekitar jam 1 baru sampai Gapyeong… Berangkatlah lebih pagi kalau mau menikmati banyak tempat! wkwkwkw

IMG_0113
Gapyeong Station
IMG_0115
If you want to take Shuttle Bus and Taxi.. go here!
IMG_0117
Regular Bus stop… faster riding this if you know the route and can speak Korean
IMG_0118
The shuttle bus is here!!!

Continue reading “South Korea Track 2 : Nami Island & Hongdae”

Posted in Asia, photo, Travelling, trip

South Korea Track 1 : Gwanghamun, Myeongdong, Namsan

Physically, this is the most tiring day of the trip. But that day is the most satisfying day of my short trip in South Korea 🙂

Gwanghamun Square

Me and my friend woke up very early and finally met our apartment owner. Her English name is Summer. She is very nice, very welcome to us and it’s relief that she speaks English very well. Sadly, we didn’t take a picture together because we only met at night and early in the morning when we haven’t put any make up (yeah… we are girls anyway ^^)

Yap… setelah terbangun dengan keadaan zombie-like face karena capeknya kurang tidur di hari pertama, kami memntapkan diri untuk mengikuti itinerary hari ke 2 mulai pukul 08.00. Cuaca hari itu sangat bersahabat… Full of sunshine… Love it!!!

Kami pun menuju itinerary pertama dengan menaiki Seoul Metro dari Oryu-dong line 1 arah Seoul station lalu transit di Singil (baca: Sin-gil_ station untuk beralih ke line 5 dengan tujuan akhir Gwanghamun. Sesampainya di Gwanghamun Square >> “akhirnya nemu cewek-cewek berjilbab lainnya… ini nih baru tempat wisata… haha…”

Pertama kali yang kita lihat setelah keluar dari subway Gwanghamun adalah pemandangan sekitar yang luar biasa menyenangkan. Hamparan area luas berbentuk persegi panjang ini diapit oleh jalan raya dan di ujung area kita akan menemukan pintu masuk ke Istana Gyeongbokgung dengan latar belakang bukit hijau yang sangat indah.

IMG_0065
Saya sebenernya taunya dari drama IU pas jadi Lee Soon Shin ituh… dari situ saya tau ini nama jendral besar jaman dulu yah ><

Continue reading “South Korea Track 1 : Gwanghamun, Myeongdong, Namsan”

Posted in Asia, photo, Travelling, trip

South Korea – Intro : Isn’t that Lee Je Hoon??

Satu hal yang paling berkesan saat di Korea hari pertama adalah Lee Je Hoon. Who is Lee Je Hoon??  Mari kita telusuri pelan-pelan dari awal.

Cerita bermula dari kedatangan kami di Incheon Airport sekitar pukul 08.30 KST dan kehebohan saya saat antri pemeriksaan imigrasi dan saya satu-satunya yang tidak memegang Arrival Card yang kata teman saya dibagikan di pesawat sebelum landing (jadi pertanyaannya, dimanakah saya saat pembagian arrival card di pesawat itu????? wkwkwkw). Saya pun keluar dari antrian ratusan warga asing yang akan melalui pemeriksaan imigrasi untuk kembali ke meja yang memang disediakan untuk pengisian Arrival Card. Fiyuuhhh, belum apa-apa udah heboh deh.

Arrival card
penampakan Arrival Card (source: www.airport.kr)

Setelah lolos pemeriksaan imigrasi dengan harap-harap cemas karena banyak sekali foreigner yang tidak lolos dan harus masuk ke sebuah ruangan dengan nuansa suram di ujung antrian, kami pun mengambil bagasi dan bersiap untuk mencari jalan keluar dari bandara menuju downtown Seoul dimana kami akan singgah selama sekitar 5 hari ke depan.

Akses menuju Seoul dari bandara cukup banyak dan mudah. Tinggal menyesuaikan saja dengan budget dan titik tujuan saja kok. Kami memutuskan untuk memakai Airport Railroad – All Stop Train karena ini yang paling murah walaupun memang lebih lama. Cukup ikuti tanda seperti Pict1 di bawah ini untuk menuju railroad-nya. Dan apabila kamu melihat tempat seperti Pict2, kamu akan menemukan mesin untuk beli atau top up T-money yang akan dipakai untuk segala macam transportasi terintegrasi di Seoul. Ingat yah… mesinnya cuma terima uang kertas dan cuma ngasih kembalian uang koin, jadi, jangan masukin duit 50.000 KRW hanya untuk isi 10.000 KRW kalau ga mau tasnya berat isi receh semua….

IMG20170420101846
Pict1 : Bandaranya bersih bangeeetttssss… kayak mol
IMG20170420101925
Pict2 : masih di Incheon mau top up T-money dan setelah ini ga ada gambar lain di Incheon gara-gara ngejar waktu nyampe Seoul T-T

Continue reading “South Korea – Intro : Isn’t that Lee Je Hoon??”

Posted in Asia, trip, Visa

Prepare to South Korea – Visa

Prolog

Ceritanya Oktober 2016 kemarin saya pergi ke GATF untuk hunting tiket murah karena lihat iming-iming dari berbagai iklan elektronik. Melihat harga tiket yang ditawarkan from 3,2jt PP ke Seoul dan Tokyo membuat saya memantapkan diri untuk mengambil kesempatan supaya bisa pergi ke antara Korea atau Jepang. Setelah diskusi panjang dengan teman saya yang sedang kuliah di Belanda, kami putuskan untuk beli tiket PP ke Seoul untuk bulan April 2017 sambil menunggu teman saya tersebut selesai kuliah (sekalian biar jadi my own bday present hihi 😆). Awal nya saat sampai di tkp,tepatnya di JCC Senayan pada hari H, saya sempat ragu memilih tanggal dan tujuan. Selain itu karena saya tidak punya CC BNI otomatis cashback yang ditawarkan tidak bisa saya manfaatkan (mendadak menghubungi banyak teman tapi sayang tidak ada yang punya CC BNI platinum…).

Sambil menunggu teman saya di Belanda bangun (saat itu sekitar 10.30 WIB, di Belanda masih gelaaaapppp…), saya keliling mencari travel agent yang pas untuk bertransaksi. Pilihan pun jatuh di Panorama tours… Bodohnya saya seharusnya booking lebih cepat tanpa menunggu dari teman saya, karena kedua kali saya datang, slot tanggal yng sudah direncanakan sudah terisi 😦

Jam 11.00 akhirnya saya putuskan untuk booking tanggal 19-25 April 2017, sedangkan saat itu teman saya belum bangun (di Belanda baru pukul 06.00). Sambil menunggu injury time pembayaran 13.00 WIB, saya hubungi teman saya terus sampai akhirnya dia jawab sekitar sekitar jam 12.15 dan setuju dengan plan dari saya tanggal tersebut dan harga (yang terpaksa tanpa cashback) sebesar 4,2jt rupiah untuk PP Jakarta-Seoul. Fiuuuuhhh… akhirnyaaaa tiket di tangan… Seoul…. kami datang 🛫!!!!

Mengurus Visa Korea (Evi version)

kedubes-korea

Surat referensi bank

Sebelum mengurus visa ini, saya persiapkan untuk ‘mempercantik’ saldo tabungan BCA saya. Karena rencana mengurus visa di awal Maret, saya prepare tabungan dari bulan Desember. Berdasarkan blog-blog yang menceritakan pembuatan visa Korea Selatan ini, masih menjadi misteri sebenarnya berapa minimal tabungan yang harus ada untuk bisa tembus visanya.

Continue reading “Prepare to South Korea – Visa”