Posted in Asia, photo, Travelling, trip

South Korea Track 1 : Gwanghamun, Myeongdong, Namsan

Physically, this is the most tiring day of the trip. But that day is the most satisfying day of my short trip in South Korea 🙂

Gwanghamun Square

Me and my friend woke up very early and finally met our apartment owner. Her English name is Summer. She is very nice, very welcome to us and it’s relief that she speaks English very well. Sadly, we didn’t take a picture together because we only met at night and early in the morning when we haven’t put any make up (yeah… we are girls anyway ^^)

Yap… setelah terbangun dengan keadaan zombie-like face karena capeknya kurang tidur di hari pertama, kami memntapkan diri untuk mengikuti itinerary hari ke 2 mulai pukul 08.00. Cuaca hari itu sangat bersahabat… Full of sunshine… Love it!!!

Kami pun menuju itinerary pertama dengan menaiki Seoul Metro dari Oryu-dong line 1 arah Seoul station lalu transit di Singil (baca: Sin-gil_ station untuk beralih ke line 5 dengan tujuan akhir Gwanghamun. Sesampainya di Gwanghamun Square >> “akhirnya nemu cewek-cewek berjilbab lainnya… ini nih baru tempat wisata… haha…”

Pertama kali yang kita lihat setelah keluar dari subway Gwanghamun adalah pemandangan sekitar yang luar biasa menyenangkan. Hamparan area luas berbentuk persegi panjang ini diapit oleh jalan raya dan di ujung area kita akan menemukan pintu masuk ke Istana Gyeongbokgung dengan latar belakang bukit hijau yang sangat indah.

IMG_0065
Saya sebenernya taunya dari drama IU pas jadi Lee Soon Shin ituh… dari situ saya tau ini nama jendral besar jaman dulu yah ><

Continue reading “South Korea Track 1 : Gwanghamun, Myeongdong, Namsan”

Posted in Asia, Travelling, trip

South Korea – Intro : Isn’t that Lee Je Hoon??

Satu hal yang paling berkesan saat di Korea hari pertama adalah Lee Je Hoon. Who is Lee Je Hoon??  Mari kita telusuri pelan-pelan dari awal.

Cerita bermula dari kedatangan kami di Incheon Airport sekitar pukul 08.30 KST dan kehebohan saya saat antri pemeriksaan imigrasi dan saya satu-satunya yang tidak memegang Arrival Card yang kata teman saya dibagikan di pesawat sebelum landing (jadi pertanyaannya, dimanakah saya saat pembagian arrival card di pesawat itu????? wkwkwkw). Saya pun keluar dari antrian ratusan warga asing yang akan melalui pemeriksaan imigrasi untuk kembali ke meja yang memang disediakan untuk pengisian Arrival Card. Fiyuuhhh, belum apa-apa udah heboh deh.

Arrival card
penampakan Arrival Card (source: www.airport.kr)

Setelah lolos pemeriksaan imigrasi dengan harap-harap cemas karena banyak sekali foreigner yang tidak lolos dan harus masuk ke sebuah ruangan dengan nuansa suram di ujung antrian, kami pun mengambil bagasi dan bersiap untuk mencari jalan keluar dari bandara menuju downtown Seoul dimana kami akan singgah selama sekitar 5 hari ke depan.

Akses menuju Seoul dari bandara cukup banyak dan mudah. Tinggal menyesuaikan saja dengan budget dan titik tujuan saja kok. Kami memutuskan untuk memakai Airport Railroad – All Stop Train karena ini yang paling murah walaupun memang lebih lama. Cukup ikuti tanda seperti Pict1 di bawah ini untuk menuju railroad-nya. Dan apabila kamu melihat tempat seperti Pict2, kamu akan menemukan mesin untuk beli atau top up T-money yang akan dipakai untuk segala macam transportasi terintegrasi di Seoul. Ingat yah… mesinnya cuma terima uang kertas dan cuma ngasih kembalian uang koin, jadi, jangan masukin duit 50.000 KRW hanya untuk isi 10.000 KRW kalau ga mau tasnya berat isi receh semua….

IMG20170420101846
Pict1 : Bandaranya bersih bangeeetttssss… kayak mol
IMG20170420101925
Pict2 : masih di Incheon mau top up T-money dan setelah ini ga ada gambar lain di Incheon gara-gara ngejar waktu nyampe Seoul T-T

Perjalanan menuju Seoul memang cukup mulus di awal perjalanan apalagi mata dihiasi sisa-sisa cherry blossom sepanjang jalan , sebelum akhirnya sampai Seoul Station dan kami kebingungan dengan arah menuju penginapan kami di Line 1 karena jalur tersebut bercabang dua, belum lagi ada satu titik dimana kami harus angkat-angkat koper karena tidak ada eskalator. Kebigungan pun berlanjut saat kami menaiki kereta yang salah haha… Tujuan kami adalah Oryu-dong station. Kalau dari Seoul station, kami harus naik kereta Line 1 yang ke arah Incheon. Karena ada 2 arah Line 1 yaitu ke arah Incheon dan arah Suwon/Sinchang, dan pertama kali menyesuaikan menaiki metro di Seoul, kami naik kereta apapun yang ada di Line 1. Alhasil, dari Guro station saya punya firasat kalau kami salah, dan benar saja haha. Akibatnya kami harus lagi-lagi angkat-angkat koper saat transit di Guro station (ini luar biasa lah…. ga nemu eskalator sama sekaliiiii TT) untuk bisa sampai di tujuan.

Sampai lah akhirnya kami tiba di Oryu-dong, dan segala kelelahan terbayarkan dengan kimbab seharga 2000 KRW dan mandi air panas di apartemen yang kami booking di Airbnb ini.

 

Nothing much to do on the day we arrived in Seoul. Only go to apartment and took a bath, went to Yeouido Park, and wandering around Gangnam which was not impressed us at all hihi. Jadi setelah beres-beres di apartemen, saya dan teman saya menuju Yeouido park berharap masih ada  sisa-sisa cherry lossom di sana. Ahhh, sayang kami gagal. Sepanjang jalan di taman hanya ada pemandangan pohon dan daun hijau dan bunga-bunga berwarna ungu (namanya apa yah ini). Tetapi memang suasana tamannya sangat menyenangkan, apalagi suhu yang cukup sejuk, jadi sangat nyaman untuk sekedar jalan santai.

IMG_0047
Ini yah… belom apa-apa udah jajan tteokpokki dan ujung-ujungnya saya yang ngabisin….

IMG_0050

WhatsApp Image 2017-05-11 at 11.01.38
Credit : Dio

IMG_0052

IMG_0054
Aaakkkkk… Cuteness overload!!!! *tapi kok fokus kameranya kemana ini yaaaa….

Dari Yeoido kami menuju ke Gangnam yang ternyata jauuuhhh sekali. Berharap bisa menemukan patung-patung boneka Kpop Idol, tetapi lagi-lagi kami gagal karena ternyata area Gangnam cukup besar, ramai, dan padat, dan kami malas harus mencari orang yang bisa berbahasa Inggris untuk ditanyai sekitar area Gangnam ini >

WhatsApp Image 2017-05-11 at 11.01.37
Credit : Dio

Berhubung rasa capek sudah menyerang,merasa sudah tidak ada hal menarik lagi di Gangnam, dan memang tidak ada itinerary khusus di hari pertama ini, kami putuskan pulang saja ke apartemen dan baru sadar jarak Gangnam ke Oryu-dong seperti dari ujung ke ujung. Hampir 1 jam lebih kami habiskan di subway saja. Beruntungnya kami berdua masih kebagian tempat duduk. Saat keadaan gerbong mulai sepi tidak sengaja saya melihat seorang mas-mas yang duduk agak jauh dari saya tetapi terlihat sangat familiar tetapi saya lupa namanya. Saya pun heboh sendiri bertanya ke teman saya…. Itu loh, yang main di drama Signal… Tomorrow with You!!!! Lalu teman saya menjawab ‘Le Je Hoon???’ dan saya dengan heboh mengiyakan sambil ketawa ketiwi. Mirip bangeeeetttt!!!!! Kami pun menebak-nebak apakah orang ini Lee Je Hoon atau bukan. Saya bilang itu mirip banget dari mata dan hidungnya yang tajam. Tetapi teman saya menyangkal karena wajahnya ga bersih. Iyah juga sih… masnya ini agak berjerawat dan bajunya juga ga rapih, ga kayak artis… detail beuuuttt dah. Artis juga manusia yah…

Sayang si masnya ini turun satu stasiun sebelum kami. Walaupun saya tidak sempat mengambil foto karena malu kalau dilihatin orang-orang, tetapi kami bisa melihat wajahnya lebih dekat, dan kami simpulkan… eeeyyyy sepertinya bukan deh, Lee Je Hoon udah lumayan tenar di dunia hiburan Korea, mosok yo naik subway. Tapi ya Allah… mirip banget sumpah idung sama matanya… tingginya juga!!!! Mungkin hanya doppleganger atau orang yang operasi plastik dengan role model wajahnya Lee Je Hoon wkwkwkw… Berikut penampakan Lee Je Hoon yang sebenarnya di subway.

tomorrow-with-you1
Source: Soompi

Next >> Gwanghamun, Myengdong, Namsan

Posted in Asia, trip, Visa

Prepare to South Korea – Visa

Prolog

Ceritanya Oktober 2016 kemarin saya pergi ke GATF untuk hunting tiket murah karena lihat iming-iming dari berbagai iklan elektronik. Melihat harga tiket yang ditawarkan from 3,2jt PP ke Seoul dan Tokyo membuat saya memantapkan diri untuk mengambil kesempatan supaya bisa pergi ke antara Korea atau Jepang. Setelah diskusi panjang dengan teman saya yang sedang kuliah di Belanda, kami putuskan untuk beli tiket PP ke Seoul untuk bulan April 2017 sambil menunggu teman saya tersebut selesai kuliah (sekalian biar jadi my own bday present hihi 😆). Awal nya saat sampai di tkp,tepatnya di JCC Senayan pada hari H, saya sempat ragu memilih tanggal dan tujuan. Selain itu karena saya tidak punya CC BNI otomatis cashback yang ditawarkan tidak bisa saya manfaatkan (mendadak menghubungi banyak teman tapi sayang tidak ada yang punya CC BNI platinum…).

Sambil menunggu teman saya di Belanda bangun (saat itu sekitar 10.30 WIB, di Belanda masih gelaaaapppp…), saya keliling mencari travel agent yang pas untuk bertransaksi. Pilihan pun jatuh di Panorama tours… Bodohnya saya seharusnya booking lebih cepat tanpa menunggu dari teman saya, karena kedua kali saya datang, slot tanggal yng sudah direncanakan sudah terisi 😦

Jam 11.00 akhirnya saya putuskan untuk booking tanggal 19-25 April 2017, sedangkan saat itu teman saya belum bangun (di Belanda baru pukul 06.00). Sambil menunggu injury time pembayaran 13.00 WIB, saya hubungi teman saya terus sampai akhirnya dia jawab sekitar sekitar jam 12.15 dan setuju dengan plan dari saya tanggal tersebut dan harga (yang terpaksa tanpa cashback) sebesar 4,2jt rupiah untuk PP Jakarta-Seoul. Fiuuuuhhh… akhirnyaaaa tiket di tangan… Seoul…. kami datang 🛫!!!!

Mengurus Visa Korea (Evi version)

kedubes-korea

Surat referensi bank

Sebelum mengurus visa ini, saya persiapkan untuk ‘mempercantik’ saldo tabungan BCA saya. Karena rencana mengurus visa di awal Maret, saya prepare tabungan dari bulan Desember. Berdasarkan blog-blog yang menceritakan pembuatan visa Korea Selatan ini, masih menjadi misteri sebenarnya berapa minimal tabungan yang harus ada untuk bisa tembus visanya.

Continue reading “Prepare to South Korea – Visa”

Posted in europe, photo, trip

Little bit taste of Europe – End up in Costa Brava

Hmmm… Ini sebenarnya mau saya tulis ceritanya sekitar 2 tahun lalu. Karena memang perjalanan ini saya alami kurang dari 2 tahun lalu, tepatnya di akhir Maret 2015 saat saya dapat kesempatan ke Eropa pertama kalinya. Cerita kunjungan di kota-kota lainnya sudah saya post di cerita-cerita sebelumnya. Nah, ini adalah kunjungan terakhir saya di luar kota Sant Feliu de Guixols sebelum benar-benar kembali ke tanah air.

Jadi, ceritanya kita ‘nagih’ ke kantor minta jalan-jalan ke luar kota. Pilihan awalnya adalah antara Barcelona atau keliling kota-kota kecil di Costa Brava. Berhubung sebagian besar dari kami sudah pernah ke Barcelona dan bahkan lebih dari sekali, akhirnya berdasarkan hasil poling, Costa Brava lah pilihannya (sebenarnya saya pilih Barcelona hufh…)

Costa Brava adalah satu area kecil di Spanyol yang masih ada dalam wilayah Catalonia (Sant Feliu de Guixols juga termasuk di dalamnya). Jadi intinya kami hanya mengunjungi kota-kota kecil yang sebenarnya tidak jauh dari kota tempat kami tinggal.

Hari itu adalah hari pertama kali kami merasakan Daylight Saving Time, tepatnya tanggal 29 Maret 2015, dimana waktu disana ‘mundur’ 1 jam mulai dari jam 2 pagi. Makanya saat bangun dengar alarm hp, saya melihat keadaan luar jam 6 pagi itu masih terlihat agak gelap, karena biasanya jam 6 matahari sudah terlihat terang. Saya baru sadar saat lihat jam di HP yang terhubung dengan internet, otomatis jam nya juga menyesuaikan. Hal ini tidak disadari oleh teman-teman cowo di kamar atas. Keadaan pun jadi heboh saat bus yang akan mengantar kami datang sekitar pukul 8 pagi, sedangkan ada yang masih santai-santai pakai sarung sambil menggoreng sesuatu di dapur (^_^’) karena dikira masih jam 7 pagi.

runtastic2015-02-28_09_02_17
Morning from Sant Feliu de Guixols

Continue reading “Little bit taste of Europe – End up in Costa Brava”

Posted in autoimun, Rheumatoid Arthritis, Run

I know I can do it!!!

Whoaaa.. It has been a long time since the last post I made….

Anyway at last… finaly!!!! I did the 10K run in Jakarta Marathon 2016… yeeeeaaayyy!!!!

Berbekal latihan intensif selama 2 bulan di tempat fitness dan track lari GOR Soemantri, diselingi dengan yoga sebagai bagian dari cross training, akhirnya saya berhasil finish lari marathon 10K pada 23 Oktober 2016.

Hasilnya menggembirakan sekali untuk saya, karena target saya setidaknya 90 menit sampai finish, tapi hasilnya really unexpected!!! I did it in less than 90 minutes!!

img_20161024_143801

Tapi selalu ada cerita di balik semua hasil. Mulai dari pagi berangkat dengan Go-Jek pakai acara handphone si bapak error, sampai di lokasi start sudah mepet, kurang pemanasan, hingga lari sambil hujan-hujanan di tengah jalan saat baru sampai di KM 2,5. Tapi hujan sepertinya tidak membuat para peserta menyerah. Saya jadi ikutan semangat melihat peserta lain yang tetap semangat sampai finish. Even someone with Rheumatoid Arthritis like can do the 10K without any problem. I’m proud of my self that day!

 

img20161023075318

Belum lagi teman-teman saya yang mau ikut lari bareng sampai finish, ternyata semuanya telat karena hujan dan akhirnya kita muter-muter Monas hanya untuk janjian ketemu karena hari itu tidak semua pintu dibuka. Thank you yah guys…

img20161023082437
Me, Yunika, Santi >> yang mereka akhirnya ga jadi lari karena saya sudah finish duluan

Now that I did my biggest target of the year, and after this I’m looking forward for another story of my big target next year…. Korean trip on April with one of my bestie who is currently struggling with her Thesis in Netherlands. Wohooooo…..