Posted in Asia, photo, Travelling, trip

South Korea Track 2 : Nami Island & Hongdae

Another zombie-like woke up face. Sisa-sisa kelelahan luar biasa mendaki bukit Namsan sambil bawa-bawa titipan skincare hari sebelumnya benar-benar membuat saya agak susah untuk bangun dari kasur. Rasanya anggota badan ‘rontok’ satu per satu ><. Akibatnya itinerary molor cukup jauh karena seharusnya kami sudah pergi lagi jam 08.00 pagi tetapi jam segitu saya dan teman saya baru benar-benar beranjak dari kasur… huaaaa…. Sudah dipastikan tidak semua tujuan akan tercapai.

 

Namiseom Island (남이섬 종합휴양지)

Benar saja, jam sembilan lebih (banyak) kami baru benar-benar keluar dari apartemen. Tidak disangka ternyata untuk pergi ke Gapyeong, tempat Nami Island dan kawan-kawan berada tidak sedekat yang dibayangkan. I feel like it took forever for us to go there. Sekitar 2 jam kami habiskan di Metro, itu sudah termasuk transit-transit plus sempat ragu naik kereta yang mana karena lagi-lagi line metro di Seoul itu kadang bercabang-cabang ><. Belum lagi hampir selama perjalanan kami habiskan dengan berdiri sebelum akhirnya dapat tempat duduk di beberapa stasiun sebelum tujuan akhir yaitu Gapyeong Station berkat beberapa nenek-nenek yang dengan ramahnya mengajak ngobrol kita dengan bahasa yang kita paham seadanya karena mereka 100% non English speaker 🙂

Jadi kebetulan saya dan Dio menjadwalkan ke Nami Island dan sekitarnya pada hari Sabtu. Saya kira tuh hari Sabtu ga akan seramai hari biasa karena kantor pasti libur. Tidak disangka (lagi-lagi tidak disangka) ternyata metro cukup ramai hari itu. Bedanya, metro didominasi oleh para manula yang sepertinya mau hiking dilihat dari pakaian yang dikenakan dan alat-alat pendukung yang mereka bawa. Apalagi metro yang kami naiki ke arah Chuncheon. Mau tidak mau sebagai anak muda, kami harus memberi tempat kepada para manula ini. Keren lah orang-orang tua di Korea ini kalo weekend hobinya hiking. Naik kereta rame-rame sama temen-temen seangkatan mereka trus bikin gerbong hebring bgt sama celotehan-celotehan gaya ahjumma/ahjussi mereka (^_^’).

Di tengah perjalanan tiba-tiba ada dua nenek-nenek berpakaian sport outdoor keceh yang duduk di depan kami menanyakan sesuatu. “Chuncheon ka??”, dengar saya ragu-ragu saat itu. Untung saya mengerti maksudnya. Nenek tersebut menanyakan apakah kami mau pergi ke Chuncheon, dan saya jawab campur-campur English yang harusnya mereka ngerti, “No… no… Gapyeong”. Lalu kami ditanya lagi tapi saya tidak mengerti maksudnya. Nenek tersebut menanyakan yang lain, “Haksaeng?” atau “pelajar?” yang kebetulan saya paham, dan saya jawab “No, travel”. Entah si nenek mengerti atau tidak, tapi beliau cuma senyum dan manggut-manggut dan mengatakan sesuatu ke temannya yang saya dan Dio tidak begitu paham. Yah, at least kami bisa membaca hangul dan sedikit-sedikit mengerti bahasa Korea berkat kegemaran kami menonton drama dan mendengarkan lagu-lagu Kpop wkwkwkwk. Dua nenek tersebut lah yang memberikan tempat duduknya kepada kami. Fiyuuhhh…. akhirnya istirahat juga ini kaki…

Sampai Gapyeong, yang kami lakukan adalah mencari halte Gapyeong city tour bus dan tempat makan. Ternyata halte ada persis di depan stasiun. Hanya saja agak lama kami menunggu. Tidak perlu takut ketinggalan bus karena jadwalnya ada sepanjang hari sampai sore. Cuma memang jarak antar bis cukup lama sih. Jangan meniru kami yang kesiangan sekitar jam 1 baru sampai Gapyeong… Berangkatlah lebih pagi kalau mau menikmati banyak tempat! wkwkwkw

IMG_0113
Gapyeong Station
IMG_0115
If you want to take Shuttle Bus and Taxi.. go here!
IMG_0117
Regular Bus stop… faster riding this if you know the route and can speak Korean
IMG_0118
The shuttle bus is here!!!

IMG20170422124027
Jadwal tour bus… Ga selalu tepat waktu sih sebenernya

Bus pun datang setelah 30 menit menunggu. Di dalam bus ada seorang tour guide yang akan menjelaskan tentang wisata area Gapyeong dengan bahasa campur Korea dan English (yang tentu saja kadang kurang bisa dimengerti). Seru lah tour guide nya heboh sendiri, kita cuma diem-diem aja dan tiba-tiba nyampe….

IMG_0120
yang mau bunge jumping di luar Namiseom ada juga kok

Untuk mencapai Nami Island, kita harus menaiki kapal ferry yang sudah disediakan oleh pengelola setelah sebelumnya membeli tiket seharga KRW 8000 di loket yang dirancang menyerupai loket visa. Jadi konsep pengelola tempat wisata ini adalah Nami Island itu sebuah negara tersendiri bernama Naminara Republic. Untuk menuju Naminara Republic ini kita harus membeli visa atau tiket tadi. Jujur saja rasa sebenarnya tidak perlu dijadikan konsep seperti itu karena kesannya gimana yah.. hmmm… ga enak ngomongnya… jadi ga keren aja sih… (tapi ini hanya pendapat subjektif saya kok). Tetapi karena memang sudah jadi destinasi super populer, mau dibikin konsep apa saja yang pasti daya tarik drama Winter Sonata tidak akan lekang dimakan jaman… huehehehe…

IMG_0122
The gate is typically Korea Traditional roof
IMG_0123
Buy your ticket here
IMG_0124
The ticket to Naminara republic

IMG_0125

IMG_0127
Ini menandakan kalau sebagian besar wisatawan berasal dari Asia Tenggara
IMG_0129
horeee naik kapaaallll

IMG_0130

IMG_0133
Bahkan bendera negaraku tercinta ada di sini….
IMG_0211
Approaching the Island!!!

Kesan hari itu sesampainya di Nami Island… Gila ini isinya orang semuaaaa…. Kayaknya salah kalau kesini pas weekend… dan hari itu adalah hari Sabtu…

DSC06424
Crowded (credit photo: Dio)
IMG_0140
More crowd..

…dan setelah ini cuma ada gambar dan gambar lagi… karena memang Nami Island ini hanya semacam taman yang sangat cocok dikunjungi bersama keluarga. Berbagai macam atraksi ada di sini, termasuk spot shooting Winter Sonata. Kalau bukan musim gugur atau musim dingin sepertinya kurang begitu terasa kalau ini Korea. Mirip-mirip lah sama Indonesia waktu saya ke sana. Apalagi turis-turis sosialita pengikut berbagai macam group tour dari Indonesia seliweran dalam rombongan besar di sana. euleuh…euleuh… kalau saya sih tetap sukanya jalan sendiri, ga ikut rombongan biar bisa bebas dan tentu saja lebih hemat hehe…

IMG_0144
Kapalnya mau balik, kita baru banget dateng
IMG_0152
Enak banget buat jalan-jalan & sepedaan sama pacar
IMG_0156
Kelihatannya panas yah?? Engga kok, sejuk…. masih musim semi
IMG_0157
Nemu kayak ginian nih (ga bisa baca klo tulisannya kayak gituuu)
DSC06455
Pansori in the middle of the Island… yang nonton para manula
IMG_0174
Winter Sonata first kiss spot… kyaaaa…
IMG_0180
Sebenarnya saya bukan penggemar Winter Sonata… Tapi kok KZL ngeliat ini patung
DSC06491
Numpang foto tempat nge-hits
IMG_0165
Pohonnya warna warni banget…
IMG_0186
Photo by me; Model: Dio
DSC06509
Mangapnya nanggung… dibuang sayang ><
IMG_0191
Best picture of me that day… *sambil nahan itu lutut udh kecapek an sakit bangeetttsss (Photo by Dio)
DSC06507
Almost full body (kamera by Dio)
IMG20170422142221
Photo by Dio and her camera with borrowed lens… the contrast colour is very vivid (credit: Dio)

Tak perlu seharian juga disana kok… Asal puas foto-foto yaudh mari pulang. Tujuan selanjutnya seharusnya Petite France dkk. Berhubung waktu sudah lumayan sore dan tidak disangka-sangka Dio mabok saat naik shuttle menuju Petite France, akhirnya kami tidak masuk  ke tkp. Ke Hongdae saja lah, cuci mata sekalian cari makan.. yeay…

DSC06537
Yang kiri mabok kendaraan… yang kanan lututnya sakit… Ga ada yang bener lah ini jalan-jalan berdua (Kamera : punya Dio)

IMG_0222

IMG_0225
Petite France – Pintu masuknya aja yah… Berhubung kita berdua udah pernah ke Perancis aslinya haha

 

Hongdae – Tempat ngumpul anak-anak muda gaul Korea

Jadi, sebelum kami sampai di Hongdae, hampir 3 jam habis sudah di jalan gara-gara ada line yang ditutup dan kami berdua putar-putar saat transit di stasiun apa gitu untuk mencari line alternatif. Hoah… it’s very tiring.

IMG20170422173810
Kami kembali ke Seoul melalui Cheongpyeong Station….

Hongdae itu tempat nongkrongnya anak-anak muda di Seoul. Apalagi saat itu malam minggu. Yasudah, terima nasib lihat kerumunan anak-anak muda nan modis seliweran di stasiun dan sekitar jalanan dekat Hongik University tersebut. Kalau mau lihat cover dance rasa Korea asli, di Hongdae ini tempatnya. Mendadak jalanan dijadikan panggung street performance. Ada yang nge-cover dance, ada yang nge-cover lagu sambil akustikan, bahkan magic performance juga ada. Mungkin kamu akan menemukan beberapa trainee yang memang sedang ‘mencari perhatian’ sebelum mereka debut jadi idol di sana.

IMG20170422202227IMG20170422202338

DSC06553
Young people crowd!!!
DSC06555
Dance lagu-lagu BTS paling banyak di-cover

 

Setelah sibuk putar-putar mencari Daiso (entah kenapa si Dio terobsesi sekali dengan toko serba ada asal Jepang ini) dan akhirnya menemukannya setelah memutari 1 blok penuh, kami memutuskan untuk makan di sebuah restoran barbeque all you can eat. Jangan tanya halal atau tidak yah… yang jelas kami hanya mengambil daging sapi atau seafood walaupun dr 10 loyang daging, yang 7 sepertinya pork semua haha… Karena kalau di luar negeri, tipe kami saat memilih makanan adalah ‘Bismillah’ saja yang penting bukan pork wkwkwkw… More info >> all you can eat barbeque di sini bisa dibilang cukup terjangkau karena dengan KRW 13000 kami bisa makan sepuasnya tanpa dibatas waktu (padahal sebenarnya ada, tapi karena ga lagi penuh ya kami santai-santai saja ><). Lagi pula di Korea memang terkenal dengan makanan barbeque nya kan… Beda dengan all you can eat barbeque di Indonesia yang walaupun all you can eat tetapi ada batasan waktu dan kalaupun sepi, waktunya tetap berlaku huehehe

DSC06562
Dio obsessed with Daiso
DSC06563
Credit: Dio

IMG_0226

IMG_0227
Tempatnya enak bgt…
DSC06566
Insyaallah ini halal kok haha.. (photo by Dio)
DSC06565
Favoritnya Dio (Photo by Dio)
DSC06564
Waaaa…. menyenangkaaaannnn (Credit : Dio)
DSC06567
Ini enak bangeeeettttsss (Credit: Dio)

Perjalanan pun diakhiri dengan lari-lari di setiap stasiun transit karena kereta terakhir jam 11 malam sedangkan jam 10 kami masih di restoran….. kyaaaaa…..

Advertisements

Author:

Germany National Football Team supporter / K-Drama lover / Running and Yoga routine / RA fighter / RPG Programmer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s