Posted in Asia, trip, Visa

Prepare to South Korea – Visa

Prolog

Ceritanya Oktober 2016 kemarin saya pergi ke GATF untuk hunting tiket murah karena lihat iming-iming dari berbagai iklan elektronik. Melihat harga tiket yang ditawarkan from 3,2jt PP ke Seoul dan Tokyo membuat saya memantapkan diri untuk mengambil kesempatan supaya bisa pergi ke antara Korea atau Jepang. Setelah diskusi panjang dengan teman saya yang sedang kuliah di Belanda, kami putuskan untuk beli tiket PP ke Seoul untuk bulan April 2017 sambil menunggu teman saya tersebut selesai kuliah (sekalian biar jadi my own bday present hihi 😆). Awal nya saat sampai di tkp,tepatnya di JCC Senayan pada hari H, saya sempat ragu memilih tanggal dan tujuan. Selain itu karena saya tidak punya CC BNI otomatis cashback yang ditawarkan tidak bisa saya manfaatkan (mendadak menghubungi banyak teman tapi sayang tidak ada yang punya CC BNI platinum…).

Sambil menunggu teman saya di Belanda bangun (saat itu sekitar 10.30 WIB, di Belanda masih gelaaaapppp…), saya keliling mencari travel agent yang pas untuk bertransaksi. Pilihan pun jatuh di Panorama tours… Bodohnya saya seharusnya booking lebih cepat tanpa menunggu dari teman saya, karena kedua kali saya datang, slot tanggal yng sudah direncanakan sudah terisi 😦

Jam 11.00 akhirnya saya putuskan untuk booking tanggal 19-25 April 2017, sedangkan saat itu teman saya belum bangun (di Belanda baru pukul 06.00). Sambil menunggu injury time pembayaran 13.00 WIB, saya hubungi teman saya terus sampai akhirnya dia jawab sekitar sekitar jam 12.15 dan setuju dengan plan dari saya tanggal tersebut dan harga (yang terpaksa tanpa cashback) sebesar 4,2jt rupiah untuk PP Jakarta-Seoul. Fiuuuuhhh… akhirnyaaaa tiket di tangan… Seoul…. kami datang 🛫!!!!

Mengurus Visa Korea (Evi version)

kedubes-korea

Surat referensi bank

Sebelum mengurus visa ini, saya persiapkan untuk ‘mempercantik’ saldo tabungan BCA saya. Karena rencana mengurus visa di awal Maret, saya prepare tabungan dari bulan Desember. Berdasarkan blog-blog yang menceritakan pembuatan visa Korea Selatan ini, masih menjadi misteri sebenarnya berapa minimal tabungan yang harus ada untuk bisa tembus visanya.

Senin, 20 Februari 2017, saya datang ke BCA KCU Kuningan yang ada di gedung Menara Karya untuk meminta surat referensi. Saya pikir untuk surat referensi BCA harus di cabang buka rekening, saya mencoba dulu ke KCU di Jakarta siapa tahu bisa mengurus di situ. Sampai di sana, ternyata dibilang kalau surat referensi bisa dibuat di semua cabang BCA (fiuuuhhh… legaaaa). Saat itu jam makan siang dan bank cukup sepi. Saya diantar oleh pak satpam menemui mba2 CS-whom-I-forgot-her-name. Si mba CS ini bilang kalau mau mengurus surat referensi untuk visa wisata ke daerah Asia, minimal saldo tabungan ada 30 jt (termasuk ke Jepang juga yaaa…)… dyaaaarrrr…. 😱 tabungan saya ga ada segitu hahaha…. Jurus sakti pun saya lancarkan… Saya hubungi teman untuk transfer ke rekening saya supaya genap 30jt ituh… pinjem dulu sementara yah sist 😘 hahaha… *gagal sudah mempercantik tabungan.

 


Proses meminta surat referensi bank tidak sulit. Cukup membawa buku tabungan, KTP, kartu ATM, dan yang paling penting saldo tabungan cukup kkkkk. Biaya pembuatan surat referensi BCA ini sebesar 50rb rupiah dan akan di-debet langung dari tabungan. Setelah memenuhi saldo minimal yang disayaratkan, saya pun menunggu panggilan bank untuk menganbil surat yang saya minta. Selasa saya cek mutasi sudah ada debet 50rb, yang saya artikan bahwa surat sudah bisa diambil. Rabu saya ke bank dan menemui CS bernama Wendy, tapi ternyata suratnya masih diproses karena transfer antar bank hari kemarin baru bisa masuk hari itu. Lanjut hari Kamis pagi akhirnya saya ditelpon bank kalau suratnya sudah jadi. Yeeeeaaiii… one step done!!!

Pass foto visa Korea Selatan

Sebenarnya saya masih punya pass foto visa background putih ukuran 3,5 x 4,5 sisa saat mengurus visa Schengen tahun 2015, tetapi karena foto saya berjilbab dan sepertinya foto saya kurang memenuhi persyaratan (foto 2015 tidak kelihatan full muka saya, termasuk ujung alis tertutup jilbab), saya pun memutuskan untuk membuat foto baru. Hari Jumat saya ke Fujifilm di Mall Ambassador. Sampai di sana, apabila kita mengatakan foto visa negara tertentu, mas-mas ‘tukang foto’nya akan langsung tahu apa yang harus dilakukan. Foto dicetak 4 lembar seharga 50rb rupiah dan langsung jadi, cukup tunggu paling lama 20 menit. Sangat mudah dan cepat 🙂

Nah… coba lihat perbedaan gambar di bawah ini… yang 2015 itu niat saya pengin nutupin dahi yang amat lebar inih… tetapi ujung-ujungnya saat ngurus visa Schengen, saya disuruh foto lagi dan kerudung agak ditarik supaya full muka kelihatan huhuhu… yaudah lah… muka lebar ini udh gifted mah mau diapain lagi… yang penting urusan semua beres… hehe

Submit document in South Korea Embassy

Dokumen apa saja yang diperlukan untuk visa kunjungan wisata, teman-teman bisa cek di website kedutaan Korea Selatan di sini. Saya sendiri mempersiapkan dokumen sebagai berikut:

  • Formulir aplikasi visa (bisa unduh di sini) yang diisi sejujur-jujurnya
  • Passpor asli dan fotokopinya (bagian foto/data sama cap-cap negara yang pernah dikunjungi)
  • Surat referensi bank dan mutasi 3 bulan terakhir (proses lihat di atas)
  • SPT (beruntungnya pas sekali akhir Februari ini saya sudah dikasih bukti potong pajak dari kantor untuk lapor online), saya sertakan juga SPT 2015
  • Surat keterangan kerja dari kantor (karena saya sudah bekerja di salah satu IT Consultant di Jaksel dan saya pastikan ke Korea bukan untuk mencari kerja ><)
  • Pass foto background putih ukran 3,5 x 4,5
  • Fotokopi Kartu Keluarga (kalau saya plus Akta Kelahiran, KTP, dan NPWP juga haha)
  • Uang pendaftaran tunai sebesar Rp 544.000,-

 

Hari Senin, 27 Februari 2017 saya bangun lebih pagi dari biasanya untuk bersiap menuju kedubes Korea yang berada di Jalan Gatot Subroto, samping RS Medistra. Sampai sana sekitar pukul 8.30 pagi ternyata loket visa belum buka. Tapi jam segitu sudah ada antrian. Saya dapat antrian 13. Jam 9 kurang loket dibuka dan saya tidak perlu menunggu lama dipanggil karena ada 4 loket dan beberapa nomor antrian tidak muncul saat dipanggil. Langsung saja saya serahkan semua dokumen persyaratan dan membayar Rp 544.000,-. Ingat yah, pembayarannya tunai karena di sana tidak ada mesin EDC jadi tidak bisa transaksi dengan kartu (thanks to info lengkap backpack story yang saya ikuti ini).

Selesai pengecekan semua dokumen, tanpa ada basa basi saya langsung diberi lembar tanda terima untuk pengambilan visa pada tanggal 6 Maret 2017. Setelah itu saya menuju kantor dan hanya bisa berdoa semoga aplikasi saya diterima… huhuhu

update-Sabtu pagi tanggal 4 Maret 2017 saya cek link ini untuk status visa saya… dan Alhamdulillah approved!!! Another step done!

visa_approvedPengambilan visa

Pengambilan visa bisa saat tanggal perkiraan keluar yang ada di tanda terima saat submit dokumen aplikasi atau lebih dari itu. Ingat yah… pengambilan visanya dilayani pukul 14.00-16.00, sedangkan yang pagi hanya untuk submit aplikasinya.

Jadwal saya untuk ambil visa harusnya Senin tanggal 6 Maret 2017. Tetapi berhubung hari itu saya sakit dan lagi-lagi harus ke dokter karena sepertinya RA saya aktif lagi huhuhu, akhirnya besoknya hari Selasa saya ambil visa nya. Saya datang pukul 13.45 dan ternyata antrian sudah cukup penuh. Tepat 14.00 antrian dipanggil satu per satu, kebanyakan nama travel agent yang dipanggil. Setelah 20 menit baru nama saya dipanggil. Yeaayyy… Visa sudah di tangan!!!

Mengurus Visa Korea (Dio version)

Jadi Dio, partner saya ke Korea ini sedang kuliah di Belanda tepatnya di Twente University dan sedang menyelesaikan Thesis-nya saat kita berencana pergi ke Korea (saat artikel ini di-publish, sidangnya sudah berlalu hwahaha). Dia menargetkan lulus Maret 2017 sehingga berani mengajak jalan ke Korea bulan April 2017. Si sist yang satu ini punya ide mengurus visa Korea-nya di Belanda sekalian. Tetapi dia galau karena sebelum kembali ke Indonesia dia mau menghabiskan waktu mengunjungi kota-kota d Eropa yang belum sempat dia ‘jamah’ selama 1,5 tahun terakhir di sana (enak yah… play hard study hard!!!). Otomatis passport masih dia butuhkan karena pasti kunjungannya antar negara cakupan Schengen, sedangkan mengurus visa pasti tahan passpor ><)…

Dari info yang saya dapat, mengurus visa Korea Selatan di Belanda sana secara umum persyaratannya sama. Untuk mendapatkan surat referensi dari bank di Belanda, minimum tabungan terakhir adalah 2000€ (hampir sama kok dengan bank BCA yang mematok minimum 30jt rupiah). Repotnya, sebagian besar tabungan sudah dia pindahkan ke rekening bank di Indonesia. Hmmm… sepertinya teman saya ini harus menerapkan jurus andalan saya… pinjam duluuuu… hihihihi

Update-17 Maret 2017… Setelah resmi menyandang gelar MSc pada tanggal 10 Maret 2017, akhirnya Dio memutuskan untuk membuat visa di Indonesia karena sebelumnya cukup riweuh mengurus thesis, wisuda, serta berbagai keperluan pulang ke Indo (termasuk beli oleh-oleh huehehe), padahal surat referensi bank sudah didapat di Belanda sana… Waaaa… kejar tayang yah jeung…

Kebingungan pun dimulai karena status dia yang sekarang sudah bukan mahasiswa lagi, sedangkan pekerjaan pun mustahil didapat secara kilat. Jadi, status dia sekarang adalah centang ‘Unempolyed’ di formulir visa.

Update- 10 April 2017… Akhirnya setelah drama waktu mepet dan tragedi mahalnya pembuatan surat referensi dari BNI (150rb rupiah), aplikasi visa teman saya ini di approve jugaaaaa….

Ceritanya hari Senin, 3 April 2017 saya submit syarat-syarat pengajuan visa Dio. Sebelumnya saya sudah ingatkan untuk melengkapi semua syarat, termasuk tambah surat referensi dari bank di Indonesia dan membuat surat pernyataan bermaterai untuk memastikan dia kembali ke Indonesia setelah jadwal liburan selesai, dan ke sana bukan untuk mencari kerja, sebagai pengganti surat keterangan dari kantor atau dari kampus/sekolah. Saya sok-sok an datang agak siang. Jam 10.30 saya sampai di kedubes Korea Selatan dan ‘alhamdulillah’ dapat antrian 100 padahal saat itu baru nomor 50an yang dipanggil. Akibatnya jam makan siang pun saya baru sampai kantor haha…

Anyway… Walaupun cukup deg-deg an menunggu visa si sist inih, akhirnya approve juga kok hehe

Yeeaayy… Mari berangkat…!!!!

*Sayang sekali saat ke Korea, para pemain drama Strong Woman Do Bong Soon malah pada liburan ke Bali… Eyke kan mau nyamperin mereka haha

Advertisements

Author:

Germany National Football Team supporter / K-Drama lover / Running and Yoga routine / RA fighter / RPG Programmer

8 thoughts on “Prepare to South Korea – Visa

  1. Selamat siang,
    Saya memiliki nasib yg sma dngn teman anda “Dio”, yg sama2 baru slesai dan blum dapat kerja. Saya akn mngajukan aplikasi visa korea. Bolehkan saya mengetahui contoh surat pernyataan yg ajukan sebagai pengganti keterangn kerja/mahasiswa. dan bagaimana dngan tabungan, harusnya melampirkan tabungan orangtua atau cukup tabungan sendiri ?
    Terima kasih

    1. Hi Salam,
      sebenarnya kalau surat pernyataan dibikinnya fleksibel yh sesuai keadaannya. Surat pernyataan ini untuk memastikan kalau kita akan kembali ke Indonesia setelah liburan selesai, dan tidak menyalahgunakan ijinnya untuk mencari kerja. Coba buka ke ini untuk contohnya:
      https://docs.google.com/document/d/1Bgfsb8hkb5iDFs08iGSc9IY6Yw8EnJOKwSClGG3lAww/edit?usp=sharing

      Lalu untuk rekening, apakah ini dibiayai sendiri atau oleh orang tua? kalau memang rekening sendiri kira-kira sudah mencukupi, tidak perlu melampirkan rekening orang tua. Tetapi kalau mau melampirkan punya orang tua dan saldo nya sangat cukup juga tidak masalah (ini berarti sponsor nya dari orang tua).

      1. Baik terima kasih Ephii, informasinya sangat membantu.
        Perjalanan sya akn dibiayai oleh pelaksana kegiatan (simposium) yang akn sya ikuti.
        Terima kasih

      2. Oh iyh sama2,
        kalau begitu tinggal lampirkan juga copy surat pengantar atau semacam undangan dari pihak penyelenggara simponsiumnya saja… karena sudah jelas ada sponsornya dan lebih pasti kegiatannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s