Posted in autoimun, hospital, Rheumatoid Arthritis

RS, 40⁰C, dan RA

Akhirnya…. opname juga saya di RS untuk pertama kalinya. Tepatnya tanggal 18 Juni 2015 atau hari pertama puasa saya dilarikan ke UGD Santosa Hospital Bandung di Kebon Jati karena menggigil kedinginan saat berada di kantor (sampai berjalan pun saya sulit). Baiknya HR dan manager serta teman perempuan satu-satunya (Sekar) di kantor mengantarkan saya sampai rumah sakit. Sampai RS dicek suhu 40⁰C, tetapi saya masih merasa sadar. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya saya sudah mengalami demam dan sakit kepala yang cukup berat. Saya pikir ya karena mau dapat tamu bulanan gejalanya seperti itu. Tetapi sepertinya penyebabnya karena penyakit autoimun saya yang memang gejala salah satunya demam, hanya saja ini lebih parah karena nafsu makan berkurang sekali plus lidah terasa pahit.

IMG-20150621-WA0000[1]

Total 5 hari opname dengan keadaan ternyata SGOT/SGPT saya cukup tinggi. Sepertinya itu karena efek jamu asam urat yang hampir setiap hari saya minum untuk mengurangi rasa sakit di sendi-sendi saya, karena obat dari dokter rematik saya sebelumnya tidak cukup ampuh mengatasi nyeri di sendi tangan dan kaki saya. Saya diberikan semacam vitamin untuk liver dan anti radang untuk sendi-sendi saya serta obat alergi apabila ada gejala gatal-gatal timbul. Hasil diagnosa dan cek lab menunjukkan semua organ saya normal kecuali liver tadi dan masih ada kemungkinan saya terkena lupus (hasil lab untuk lupus belum selesai saat saya keluar dari RS). 2 kali kontrol dokter setelah perawatan, SGOT/SGPT saya pun kembali normal dan dinyatakan negatif lupus… yeay!!!.

Walaupun demikian, karena sudah terkena autoimun, gejala-gejalanya selalu timbul kalau kondisi saya agak kecapekan atau stress.  Cukup dengan konsumsi anti radang (methylprednisolon) yang termasuk golongan steroid saya pun bisa beraktifitas seperti biasanya, bahkan sempat jogging sekali. Tetapi sepertinya karena terlalu lama dikonsumsi berefek pada muka saya yang terlihat semakin bulat (efek facemoon). Saya pikir harus mengurangi dosis obat tetapi jadinya persendian saya sakit lagi bila terkena dingin, bahkan kemarin sempat mengalami demam selama 2 hari dengen efek pusing dan lidah terasa sangat pahit.  Dokter spesialis penyakit dalam untuk rematik yang dirujuk dari dokter sebelumnya pun belum bisa saya kunjungi karena sepertinya jadwal si dokter yang cukup padat.

Jadi pak dokter… apa yang harus saya lakukan????

Advertisements

Author:

Germany National Football Team supporter / K-Drama lover / Running and Yoga routine / RA fighter / RPG Programmer

One thought on “RS, 40⁰C, dan RA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s